Bahasa Sunda

KH Hasyim Muzadi Wafat, Kenangan bersama ketika mengunjungi PP Darussalam Ciamis

Posted on Updated on

<

p class=”content” style=”position:relative;word-wrap:break-word;color:rgb(34,34,34);font-family:Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;font-size:16.56px;”>

<

p class=”content-outer” style=”min-height:0;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;position:relative;box-shadow:rgba(0,0,0,0.14902) 0 0 3px;min-width:0;max-width:960px;padding:0;”>

<

p class=”fauxborder-left content-fauxborder-left” style=”background-position:left top;background-repeat:repeat-y;position:relative;”>

<

p class=”content-inner” style=”padding:0;background-color:rgb(255,255,255);margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;”>

<

p class=”main-outer” style=”position:relative;min-height:0;border-top:0 solid rgb(238,238,238);margin:10px 0 0;padding:0;”>

<

p class=”fauxborder-left main-fauxborder-left” style=”background-position:left top;background-repeat:repeat-y;position:relative;”>

<

p class=”region-inner main-inner” style=”min-height:0;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;position:relative;padding:0;min-width:0;max-width:100%;width:auto;”>

<

p class=”columns fauxcolumns” style=”zoom:1;position:relative;padding-left:0;padding-right:0;”>

<

p class=”columns-inner” style=”min-height:0;”>

<

p class=”column-center-outer” style=”position:relative;float:left;width:360px;”>

<

p class=”column-center-inner” style=”padding:0;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;”>

<

p class=”main section” id=”main” style=”margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;”>

<

p class=”widget Blog” id=”Blog1″ style=”position:relative;min-height:0;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;line-height:1.4;clear:both;padding:0;”>

<

p class=”blog-posts hfeed”>

<

p class=”date-outer” style=”padding:10px;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;”>

<

p class=”date-posts”>

<

p class=”post-outer” style=”padding:0;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;”>

<

p class=”post hentry uncustomized-post-template” style=”position:relative;min-height:0;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;”>

KH Hasyim Muzadi Wafat, Kenangan bersama ketika mengunjungi PP Darussalam Ciamis

<

p class=”post-header” style=”line-height:1.6;margin-right:0;margin-bottom:1.5em;margin-left:0;font-size:18.216px;”>

<

p class=”post-header-line-1″>

<

p class=”post-body entry-content” id=”post-body-6362509049496490420″ itemprop=”articleBody” style=”width:340px;font-size:18.216px;line-height:1.3;position:relative;”>

<

p style=”text-align:justify;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>KH Hayim Muzadi Ulama yang pernah mengunjungi Pesantren Darussalam Ciamis dan sempat menjadi tamu kehormatan Allohumma Yarham al-Maghfurlah KH Irfan Hielmy, Pengasuh PP Darussalam Ciamis.

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;”>

<

p style=”text-align:center;”>

KH Hayim Muzadi Ulama yang pernah mengunjungi Pesantren Darussalam Ciamis dan sempat menjadi tamu kehormatan Allohumma Yarham al-Maghfurlah KH Irfan Hielmy, Pengasuh PP Darussalam Ciamis.

<

p style=”text-align:justify;”>

<

p style=”text-align:justify;”>Innalillahi Wainna ilaihi Roji’un, Semoga Alloh mengampuni dan menerima amal ibadahnya, aamiin

<

p style=”text-align:justify;”>

<

p style=”text-align:justify;”>Kami Segenap Keluarga Besar PP Darussalam khususnya Pengurus Pusat Ikatan Alumni Darussalam (IKada) Ciamis Jawa Barat Indonesia mengucapkan Duka atas kepungannya keharibaan Alloh SWT, semoga sanak saudara serta semua ummat Islam diberikan ketabahan oleh Alloh SWT, aamiin yaa robbal’alamien.

<

p style=”text-align:justify;”>

<

p style=”text-align:justify;”>

<

p style=”text-align:center;”>

<

p style=”text-align:justify;”>

<

p style=”text-align:justify;”>Berita Duka 16 Maret 2017, Putra Terbaik Bangsa pada tahun 2017 meninggalkan kita semua, namun tidaklah dengan kenangan serta keintelektualannya dalam bersikap dan bertindak pada masanya. berikut sebagian biografi beliau:

Nama Lengkap Kyai Haji Doktor Ahmad Hasyim Muzadi  lahir di Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1944. Dia adalah salah satu tokoh dan intelektual Islam utama Indonesia yang pernah menjabat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul UlamaKH Hasyim Muzadi menempuh jalur pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada tahun 1950, melanjutkan pendidikan di Pondok Modern Gontor Ponorogo, ia lalu menuntaskan pendidikan tingginya di Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada tahun 1969. Kiprah organisasinya mulai dikenal ketika pada tahun 1992 ia terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur yang terbukti mampu menjadi batu loncatan bagi Hasyim untuk menjadi Ketua PBNU pada tahun 1999. Tercatat, suami dari Hj. Muthomimah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada tahun 1986, yang ketika itu masih bernaung di bawah Partai Persatuan Pembangunan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015.

<

p class=”MsoNormal” style=”border:0;color:rgb(88,88,88);font-family:"font-size:16px;font-stretch:inherit;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;vertical-align:baseline;”>Pada tahun 1992, KH Hasyim Muzadi terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Selanjutnya, pada tahun 1999-2010, dia menjadi Ketua Umum PBNU. KH Hasyim Muzadi yang juga menjabat sebagai Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) sekaligus Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) secara cerdas menjawab sejumlah tuduhan PBB (perserikatan Bangsa-Bangsa) bahwa umat Islam di Indonesia anti toleransi beragama. Dan inilah pidato ‘menggetarkan’ tersebut : “Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.”


<

p class=”MsoNormal” style=”border:0;color:rgb(88,88,88);font-family:"font-size:16px;font-stretch:inherit;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;vertical-align:baseline;”>Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekedar Westernisme”.

<

p class=”MsoNormal” style=”border:0;color:rgb(88,88,88);font-family:"font-size:16px;font-stretch:inherit;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;vertical-align:baseline;”>Pidato KH Hasyim Muzadi yang berasal dari NU sebagai ormas terbesar di Indonesia ini juga dinilai sebagai penawar rasa haus umat setelah selama belasan tahun umat tidak melihat ketegasan seorang tokoh besar Ulama dari kalangan NU yang berani tampil cerdas dan berani dalam bersikap. Dasar-dasar pendirian keagamaan di Nahdlatul Ulama tersebut menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan pada: SikapTawassuth dan I’tidal: Sikap tengah yang berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah-tengah kehidupan bersama. Nahdlatul Ulama dengan sikap dasar ini akan selalu menjadi kelompok panutan yang bersikap dan bertindak lurus dan selalu bersifat membangun serta menghindari segala bentuk pendekatan yang bersifat tatharruf (ekstrim). Sikap Tasamuh: Sikap toleran terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu’ atau menjadi masalah khilafiyah, serta dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Sikap Tawazun: Sikap seimbang dalam berkhidmah. Menyertakan khidmah kepada Alloh SWT, khidmah kepada sesama manusia serta kepada lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama; serta menolak dan mencegah semua hal yang dapat menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan.

<

p class=”MsoNormal” style=”border:0;color:rgb(88,88,88);font-family:"font-size:16px;font-stretch:inherit;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;vertical-align:baseline;”>Semoga ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA merahmatinya, menempatkan disisi NYA bersanding dengan para Syuhada Aamiin 

<

p class=”MsoNormal” style=”border:0;color:rgb(88,88,88);font-family:"font-size:16px;font-stretch:inherit;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;vertical-align:baseline;”>sumber: 

<

p class=”MsoNormal” style=”border:0;color:rgb(88,88,88);font-family:"font-size:16px;font-stretch:inherit;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;vertical-align:baseline;”>https://arenterpriseindonesia.blogspot.co.id/2017/03/kh-hasyim-muzadi-wafat-dan-biografinya.html

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p style=”text-align:center;”>KH Hasyim Muzadi Wafat, Kenangan bersama ketika mengunjungi PP Darussalam Ciamis


Liputan Khusus Dalam Gambar


<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

<

p class=”separator” style=”clear:both;text-align:center;”>

Temukan aku dalam istikharahmu 

Posted on

Pertemuan

Tak mengapa engapa kita sekarang masih terpisah, saling mempersiapkan diri untuk adanya sebuah perjumpaan. Sekarang kau sedang apa dan bersama siapa, ada di belahan bumi mana dan masih berjuangkah untuk pertemuan kita. Kita yang saling mencari dan nantinya akan saling mememukan. Mungkin akan indah, jika dua anak manusia yang saling mengenal karena takdir dan saling mencintai karena jodoh

 Temukan aku dalam sujud istikharahmu, karena dalam diam ada sebuah doa dan pengharapan mendamba sebuah pertemuan. Karena dalam diam ada seseorang yang hendak di jaga perasaannya, ada sebuah keanggunan dalam sebuah penantian. Kecantikan yang terpancar ketika menjaga kehormatan yang seutuhnya dari seorang wanita. Menanti dalam rindu jauh lebih baik dariku daripada tergesa-gesa dan memilih orang yang salah. Cukuplah Allah yang tau seberapa besar rasa rinduku dan keinginan untuk bertemu. Cukuplah Allah yang memberitahu padamu yang sedang bersujud mencari jawaban dari sebuah penantian. Dan aku hanya menunggu, semoga kau secepatnya menemukanku.

<

p class=”post-body entry-content” id=”post-body-3044656443440362450″ style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-stretch:inherit;font-size:20.24px;line-height:inherit;font-family:Georgia, "vertical-align:baseline;color:rgb(64,64,64);background-color:rgb(255,255,255);”>

<

p class=”post-body entry-content” id=”post23044656443440362450″ style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:22.264px;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>Kita saling mendambakan adanya pertemuan, kita saling percaya kalau cinta sejati itu benar adanya. kita masih menghangatkan malam dengan sebuah doa dan kadang tak terasa ada sebuah tetesan air mata. Tapi entah kenapa terasa indah, saat aku curahkan rasa rindu ini pada Allah. entah kenapa, aku percaya kalau kau akan datang mengetuk pintu dan kita saling terdiam karena sama-sama jatuh cinta.

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>Kita yang hanya bisa bertemu lewat mimpi dan saling menyapa dalam doa. Kita yang saling percaya akan adanya sebuah waktu dimana kita akan bertemu dan melepas rindu. Kita adalah insan yang tidak pernah meragukan kekuatan dari doa dan janji dari yang maha kuasa. Dan kita ada karena hadirnya Aku dan Kamu. ( baca juga : aku sudah siap dan kamupun sudah mantap, lalu kita nunggu apa ? )

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>Kisah romantis ini mungkin akan sama seperti Kisah Ali Bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra. Yang mana dua-duanya saling mencintai tapi saling memendam perasaan sampai saatnya dipersatukan. Saling merindukan dalam diam, tapi ranum dalam doa. Akan kan se-Romantis itu.

LAGU JEUNG KAULINAN BARUDAK SUNDA

Posted on


Saha anu tiasa keneh,,?

Pami tiasa ajarkeun deui ka para incu

LAGU JEUNG KAULINAN BARUDAK SUNDA

  1. Ucang ucang angge

mulung muncang ka parangge

digogog ku anjing gede

anjing gede nu Pa Lebe

ari gog gog cungungung

  1. Trang trang kolentrang

si londok paeh nundutan

mesat gobang kabuyutan

tikusruk kana durukan

  1. Tongtolang nangka

kawinan bapa

poe salasa

teu beja-beja

aduh aduh si bapa

teungteuingeun ka ema

bapa mah suka suka

jeuh nu ngora

  1. Yu batur urang ulin ka Cibadak

ah embung sieuna badak nu kamari

geus euweuh geus dibedil ku si Jendil

Ndil ndilong si Jending dirawu kelong

  1. Perepet jengkol jajahean

kadempet konxxx jejeretean

  1. Pa Deong Pa Deong

pangmukakeun lawang angin

  1. Cing cangkeling

manuk cingkleung cindeten

plos ka kolong

bapa Satar buleneng

  1. Tokecang tokecang

malik pendil tosblong

angeun kacang angeun kacang

sapariuk kosong

  1. Aya hiji kurung

pinuh ku japati

japati kaluar

disada uok uokan

Alim karamana

alim ka ibuna

hoyong kaputrana

nu centik bulu socana

  1. Colenak beuleum peuyeum digulaan

awas bom batok (2x)

rebu rebu rada nyentok (2x)

leumpangna dicentok centok (2x)

sieun nincak tai kotok

  1. Blung blong

tampelet tampa gelom

lalamis bulu maung

cerentel cantel

pakuong doblus

  1. Tat tit tut

daun kanyere (kaliki)

saha nu hitut budak awewe (lalaki)

dibawa kasaung butut

balikna ngaburusut

  1. Abdi teh ayeuna

gaduh hiji boneka

teu kinten saena

sareng lucuna

Ku abdi dierokan

erokna sae pisan

sumangga tingali

boneka abdi

Kaulinan 

  1. Ambila-ambilan

Ambil-ambilan turuktuk hayam samantu

saha nu di ambil

kami mah budak pahatu

purah nutu purah ngejo

purah ngasakan baligo

purah tunggu bale gede

nyerieun sukuna kacugak ku kaliage

aya ubarna urat gunting sampurage

tiguling nyocolan dage.

2.Cingciripit

Cingciripit

tulang bajing kacapit

kacapit ku bulu pare

bulu pare seuseukeutna

jol Pa Dalang

mawa wayang jrek-jrek nong…..

3.Lalandakan

Landak landak sonari

kop cau kop tiwu

hakaneun sia janari

bekel miang ka batawi

kop jurig jarian

kop jurig tangkod

kop jurig pacilingan

kop jurig onom……

4.Oray-orayan

Oray orayan

luar leor mapay sawah

tong ka sawah

parena keur sedeng beukah

Oray-orayan

laur leor mapay leuwi

tang ka leuwi

di leuwi loba nu mandi

Oray-orayan

oray naon, orya bungka, bungka naon, bungka laut

laut naon, laut dipa, dipa naon,…dipandeuriiiii…

Kakawihan Barudak

  1. Ayang-ayanggung

Ayang-ayanggung

gung goongna rame

menak ki Wastanu

nu jadi wadana

naha maneh kitu

tukang olo-olo

loba anu giruk

ruket jeung kompeni

niat jadi pangkat

katon kagorengan

ngantos kanjeng dalem

lempa lempi lempong

ngadu pipi jeung nu ompong

jalan ka batawi ngemplong

2.Margaluyu

Bang-bang kalima lima gobang, bang

bangkong di tengah sawah, wah

wahai tukang bajigur, gur

guru sakola desa, sa

saban poe ngajar, jar

jarum paranti ngaput, put

putri nu gareulis, lis

lisung kadua halu, lu

luhur kapal udara, ra

ragrag di Jakarta, ta

taun opat hiji, ji

haji rek ka mekah, kah

kahar tujuh rebu, bu

buah meunang ngala, la

lauk meunang nyobek, bek

beker meunang muter, ter

terus ke Citapen, pen

pena gagang kalam, lam

lampu eujeung damar, mar

mari kueh hoho, ho

hotel pamandangan, ngan

ngantos kangjeng dalem, lem

lempa lempi lempong

ngadu pipi jeung nu ompong

3.Ole-ole Ogong

Ole-ole ogong

melak cabe di tarogong

dihakan ku mebe ompong

diteang kari sapotong

au au aheng

beuleum cau tutung geheng

embe embe domba

anak sapi tutunggulan

ema ema weya

si sahi kabuhulan

hayang geura diinuman

embe embe domba

anak sapi tuntunggulan

ema ema weya

si sahi pupundukan

ku baturna ditumbukan

4.Rat-rat Gurisat

Rat rat gurisat

nini engrat paeh tiselap

tiselap kana kuciat

dibura ku laja tuhur

laja tuhur meunang ngunun

meunang ngunun tujuh taun….