Wedding

Ya Allah Aku Titipkan Dulu Rasa Ini Padamu 

Posted on

<

p class=”row” id=”header-sidebar” style=”box-sizing:border-box;margin-right:-15px;margin-bottom:0;margin-left:-15px;padding:0;border:0;font-stretch:inherit;font-size:18.4px;line-height:inherit;font-family:Georgia, "vertical-align:baseline;color:rgb(64,64,64);background-color:rgb(255,255,255);”>

<

p class=”col-xs-12 section” id=”banner” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0 15px;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;position:relative;min-height:1px;float:left;width:359px;”>

<

p class=”widget HTML” id=”HTML100″ style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

<

p class=”widget-content” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;overflow:hidden;”>Ya Allah Aku Titipkan Dulu Rasa Ini Padamu, Karena Aku Mulai Jatuh Cinta tidak akan pernah tau kapan cinta itu datang, tumbuh dan berkembang. Memberikan keindahan dan wewangian yang dapat memikat hati. Tapi kadang kita sering lupa, di balik senyum itu pasti akan terselip luka. Atau kadang ada tangis setelah bahagia datang menyapa.

<

p class=”main section” id=”main” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-stretch:inherit;font-size:18.4px;line-height:inherit;font-family:Georgia, "vertical-align:baseline;color:rgb(64,64,64);background-color:rgb(255,255,255);”>

<

p class=”widget Blog” id=”Blog1″ style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

<

p class=”blog-posts” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

<

p class=”date-outer” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

<

p class=”date-posts” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

<

p class=”post-outer” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

Sunting

Aku tau rasa ini belum pantas untuk dimiliki, atau hanya sekedar harap untuk bersatu di lain waktu. hadirmu begitu indah dan menenangkan, tapi kau datang di waktu yang belum tepat. Waktu yang saat ini aku gunakan untuk berbakti kepada orangtua, berprestasi mengejar mimpi, dan mempersiapkan diri untuk pertemuan nanti.


Aku di sini masih sendiri, sendiri yang aku rasa lebih berarti dari pada berdua menumpuk dosa. Bahagiaku cukup, dengan orang tua yang selalu ada di saat dunia mengatakan tidak. Dan para sahabat yang selalu menghibur di saat hari begitu buruk dan menakukan.

Sejujurnya aku jatuh cinta pada sosokmu yang sederhana, pemikiran yang selalu brilian, dan keimanan yang kau miliki. Tapi aku tidak mau menjadi sosok pengganggu untuk mu terus maju menemukan yang kau cari. Aku hanya bisa menunggu jika kita berjodoh nanti pasti akan bertemu. Entah jadi pendampingmu di pelaminan, atau hanya sekedar tamu yang akan memberikan doa dan restu saat kau berdampingan.

aku titipkan rasa ini pada Allah dulu, dan biarkan Dia yang akan menjaganya. Menjaganya untuk seseorang yang benar-benar pantas untuk mendapatkannya. Dengan berani memintanya, bukan  hanya sekedar mencuri dan menyakiti karena materi.

Jika kita dipertemukan nanti, aku akan bilang bahwa hati ini pernah tertulis namamu. Tapi aku malu, dan biarkan Allah yang mengatur takdirku dan taktirmu untuk saling bertemu pada waktu yang tepat dan saat yang pantas. Aku pantas menjadi pendampingmu, dan kau pun pastas menjadi seseorang yang akan aku sebut sebagai imam dalam keluarga.

Karena hatikutelah aku titipkan pada-Nya. Maka mintalah pada-Nya untuk mendapatkan hatiku menjadi bagian dari dirimu

Temukan aku dalam istikharahmu 

Posted on

Pertemuan

Tak mengapa engapa kita sekarang masih terpisah, saling mempersiapkan diri untuk adanya sebuah perjumpaan. Sekarang kau sedang apa dan bersama siapa, ada di belahan bumi mana dan masih berjuangkah untuk pertemuan kita. Kita yang saling mencari dan nantinya akan saling mememukan. Mungkin akan indah, jika dua anak manusia yang saling mengenal karena takdir dan saling mencintai karena jodoh

 Temukan aku dalam sujud istikharahmu, karena dalam diam ada sebuah doa dan pengharapan mendamba sebuah pertemuan. Karena dalam diam ada seseorang yang hendak di jaga perasaannya, ada sebuah keanggunan dalam sebuah penantian. Kecantikan yang terpancar ketika menjaga kehormatan yang seutuhnya dari seorang wanita. Menanti dalam rindu jauh lebih baik dariku daripada tergesa-gesa dan memilih orang yang salah. Cukuplah Allah yang tau seberapa besar rasa rinduku dan keinginan untuk bertemu. Cukuplah Allah yang memberitahu padamu yang sedang bersujud mencari jawaban dari sebuah penantian. Dan aku hanya menunggu, semoga kau secepatnya menemukanku.

<

p class=”post-body entry-content” id=”post-body-3044656443440362450″ style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-stretch:inherit;font-size:20.24px;line-height:inherit;font-family:Georgia, "vertical-align:baseline;color:rgb(64,64,64);background-color:rgb(255,255,255);”>

<

p class=”post-body entry-content” id=”post23044656443440362450″ style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:22.264px;line-height:inherit;font-family:inherit;vertical-align:baseline;”>

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>Kita saling mendambakan adanya pertemuan, kita saling percaya kalau cinta sejati itu benar adanya. kita masih menghangatkan malam dengan sebuah doa dan kadang tak terasa ada sebuah tetesan air mata. Tapi entah kenapa terasa indah, saat aku curahkan rasa rindu ini pada Allah. entah kenapa, aku percaya kalau kau akan datang mengetuk pintu dan kita saling terdiam karena sama-sama jatuh cinta.

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>Kita yang hanya bisa bertemu lewat mimpi dan saling menyapa dalam doa. Kita yang saling percaya akan adanya sebuah waktu dimana kita akan bertemu dan melepas rindu. Kita adalah insan yang tidak pernah meragukan kekuatan dari doa dan janji dari yang maha kuasa. Dan kita ada karena hadirnya Aku dan Kamu. ( baca juga : aku sudah siap dan kamupun sudah mantap, lalu kita nunggu apa ? )

<

p class=”MsoNormal” style=”box-sizing:border-box;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;border:0;font-style:inherit;font-variant:inherit;font-weight:inherit;font-stretch:inherit;font-size:inherit;line-height:33.396px;font-family:inherit;vertical-align:baseline;text-align:justify;”>Kisah romantis ini mungkin akan sama seperti Kisah Ali Bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra. Yang mana dua-duanya saling mencintai tapi saling memendam perasaan sampai saatnya dipersatukan. Saling merindukan dalam diam, tapi ranum dalam doa. Akan kan se-Romantis itu.

Pada Akhirnya, Aku Juga Mau Menikah Kok !!!!!

Posted on

Pada Akhirnya, Aku Juga Mau Menikah Kok

Ide untuk menuliskan tentang hal yang selalu saya hindarin sepanjang usia 20-an, kali ini terinspirasi dari obrolan saya dan AJ via telepon beberapa waktu yang lalu. AJ sempat berkata seperti ini :

Image result

 

Padahal seharusnya, tema ini penting banget ya dibahas untuk orang dewasa dalam hubungan yang pastinya udah serba dewasa.

Setelah 2 tahun jalan bareng AJ, beberapa bulan terakhir saya udah mau membahas soal nikah ini sejak mama mulai berubah drastis dengan meminta saya untuk segera menikah.

Seorang ustad pernah berkata kepada saya kalau salah satu tanda manusia dikuasai/disukain sama bangsa Jin adalah keengganan si Fulan untuk menikah.

Trus, saya ini lagi ditempelin jin gitu?

Beberapa faktor yang membuat saya menunda pernikahan adalah :

  • Ketika saya menikah, bisa dipastikan kebebasan saya sebagai perempuan pasti berkurang. Kebebasan itu seperti, membuat keputusan untuk diriku sendiri tentang apa yang ingin saya lakukan dan sebaliknya.
  • Ketika saya menikah, kalau pun saya dapat kesempatan untuk lanjutin Master opsinya cuma dua : saya kuliah jarak jauh atau suami ikut saya ke tempat saya kuliah. Dan jujur, saya gak tertarik sama kuliah jarak jauh karena pasti proses dan pengalaman saya pasti beda. Kalau suami pencemburu, otomatis pergaulan saya akan dibatasi dan wawasan yang saya bisa dapat dari orang-orang baru pun pastinya terbatas kecuali mereka adalah sesama cewek.
  • Ketika saya menikah, otomatis kalau lagi sumpek dengan pertengkaran saya nggak bisa lagi langsung pesen tiket (pas lagi ada duit lebih) dan terbang ke mana aja saya suka. Katanya sih itu perbuatan dosa terhadap suami.
  • Kalau saya menikah, berarti gaya hidup ala lajang seperti bisa pergi ke mana pun saya suka selama hari libur kerja, bangun siang sesuka hati, makan kapan aja saya mau entah mau masak apa beli.
  • Dan, kalau saya menikah nanti pastinya udah gak bisa cuek bebek nungging sama yang namanya anggota keluarga si suami yang resek. Iya nggak? Kan harus nganggap mereka juga sebagai keluarga walau dengan jelas wajah mereka datar dan mulut komat-kamit mencela di belakang kita.

Intinya, saya masih sayang banget dengan kebebasan yang saya miliki sekarang 😀 😀

Tapi…

Semua itu berubah ketika saya sudah melalui sendiri pengalaman-pengalaman yang membuat saya akhirnya tertarik untuk menikah, ada banyak sih sebenarnya hal-hal yang saya perhatikan dari orang-orang di sekitar saya, dari teman-teman blogger juga, dan dari arahan AJ sendiri.

Kalau ditanya, apakah saya mau menikah? Iya, saya mau menikah kok.

Oke deh, saya menyerah dengan keadaan bahwa mau nggak mau ya saya harus menikah untuk kebaikan saya sendiri, orang tua dan ridho Tuhan. Saya bukan manusia yang lahir sebagai orang Barat yang bisa hidup puluhan tahun tanpa pernikahan tapi bisa punya anak dan suami. Toh orang Barat pun ada juga yang ingin menikah apalagi saya yang sejak orok memang dilahirkan dengan budaya ketimuran.

Ada ‘tapi’ sekali lagi…

Tapi….

Nikahnya masih nanti, kalau saya udah siap dan yakin 100% dan AJ melamar di waktu yang tepat, bukan disaat mood-ku lagi nggak stabil apa lagi disaat saya harus memilih antara beasiswa atau dia. Itu bakalan susah dan dramanya bakalan panjang dan membosankan tingkat mampus.

9 Manfaat Menikah

Posted on

9 Manfaat Menikah


Menikah adalah amalan sunnah yang diagungkan oleh Allah. Al-Qur’an menyebut pernikahan sebagai mitsaqan-ghalizha, yang berarti “perjanjian yang sangat berat”. Meskipun berat serta menikah merupakanamalan yang diagungkan, tentunya terdapat segudang manfaat dari menikah. Dari Wikipedia disebutkan makna dari menikah. 

“Pernikahan atau nikah artinya adalah terkumpul dan menyatu. Menurut istilah lain juga dapat berarti Ijab Qobul (akad nikah) yang mengharuskan perhubungan antara sepasang manusia yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan, sesusai peraturan yang diwajibkan oleh Islam. Kata zawaj digunakan dalam al-Quran artinya adalah pasangan yang dalam penggunaannya pula juga dapat diartikan sebagai pernikahan, Allah s.w.t. menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina. 

Berikut ini 9 Manfaat Menikah.

  1. Tetap terjaganya keturunan manusia, memperbanyak jumlah kaum muslimin dan menggetarkan orang kafir dengan adanya generasi yang berjuang di jalan Allah dan membela agamanya.

  2. Menjaga kehormatan dan kemaluan dari berbuat zina yang diharamkan yang merusak masyarakat.

  3. Terlaksananya kepemimpinan suami atas istri dalam memberikan nafkah dan penjagaan kepadanya. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)” (4: 34)

  4. Mendapatkan ketenangan dan kelembutan hati bagi suami dan istri serta ketenteraman jiwa mereka. (QS.ar-rum:21)

  5. Menjaga masyarakat dari akhlak yang keji (zina) yang menghancurkan moral serta menghilangkan kehormatan.

  6. Terjaganya nasab dan ikatan kekerabatan antara yang satu dengan yang lainnya serta terbentuknya keluarga yang mulia yang penuh kasih sayang, ikatan yang kuat dan tolong-menolong dalam kebenaran.

  7. Mengangkat derajat manusia dari kehidupan ala binatang menjadi kehidupan insan yang mulia.

  8. Melahirkan Generasi yang lebih baik, bertaqwa,dan berkualitas menurut masyarakat dan Allah tentunya.

  9. Menegakkan Kalimat Allah,dengan menciptakan kaum yang rahmatan lil alamin.